Minggu, 18 Desember 2011

Manajemen MLM (Multi Level Marketing)

MLM umumnya ada target minimal penjualan, ada tutup point/ pv/ bv/ peringkat/ jabatan/ bintang dll. Yang artinya Anda dijadikan karyawan/ marketing/ sales, yang setiap bulannya Anda musti keluar uang untuk tutup point agar mendapatkan komisi lebih tinggi. Produk dari tutup point jika tidak anda jual, mungkin pada akhirnya, uang yang anda keluarkan lebih besar dari pemasukan Anda. Atau tutup point hanya berguna bagi yang penjualannya/ peringkatnya tinggi karena bonus sudah lumayan besar. Tapi bagi yang bonusnya tidak seberapa, tutup point hanya memberatkan dan membuat member mengeluarkan uang lebih banyak untuk mendapatkan bonus.


Jika penjualan Anda tidak mencapai target, maka penjualan Anda di bulan itu akan hangus, dan tidak bisa dihitung untuk bulan berikutnya. Seharusnya berapapun angka penjualan Anda, Anda berhak mendapatkan komisinya.


MLM: Besarnya persentase komisi ditentukan dari peringkat/ jabatan/ bintang dll.
Umumnya: untuk yang baru bergabung atau peringkatnya masih pemula, persentase komisinya kecil, semakin tinggi jabatan, anda baru berhak menerima persentase komisi yang lebih tinggi/ jenis bonus tertentu.
Seharusnya yang bergabung duluan atau belakangan, yang angka penjualannya sedikit maupun banyak mempunyai besar persentase komisi yang sama.



Di BDR, system pembagian hasil:

1. Distributor Aktif, mendapatkan Komisi Aktif 20% ( Bonus Sponsor ) + Komisi Pasif 18%-72% ( Bonus Leadership ). Total Komisi mencapai 92% dari Omset.

2. Distributor Pasif, mendapatkan Komisi Pasif ( Bonus Leadership ) sebesar 9%-36% dari Omset.



Apakah di MLM, Member bisa mendapatkan besar komisi seperti yang diatas???

Umumnya komisi penjualan pribadi ±3%-15%, komisi dari prestasi downline hanya ±2%-3% dari omset.




MLM Binary berbasis omset memberi terobosan yang sangat jelas, cerdas dan memihak member. Hitungan bonus sangat sederhana sebagai berikut:
  1. Bonus SPONSOR: Rp 100,000 per paket (Rp 550,000). Jadi persentase kasarnya adalah 18.18% (dibulatkan menjadi 18%)
  2. Bonus LEADERSHIP: Rp 170,000 per tambahan 2 pasang (4 x Rp 550,000 = Rp 2,200,000). Jadi jika tambahan 2 pasang itu benar-benar aktivitas (merekrut atau tambah paket) dari seorang distributor (misalnya ANDA), maka persentase kasarnya adalah 7,73% dibulatkan menjadi 8%. Nilai persentase ini jika si distributor beraktivitas penuh sehingga menghasilkan omset 2 pasang. Padahal modalnya hanya sekali selamanya Rp 550,000 per paket. Kemudian tambahan paket tidak harus hasilnya sendiri, tetapi bisa karena limpahan paket dari upline atau hasil aktivitas para downline. Bonus ini juga diperhitungkan tanpa batas level, maka nilai persentasenya menjadi tidak dapat dihitung lagi ketika jaringan berkembang terus dan konsisten setiap hari menghasilkan omset minimal 10 pasang.
  3. Bonus UNILEVEL: Syarat mencapai nilai belanja otomatis dari satu unit bisnis Rp 750,000 sebulan (sudah memperoleh bonus harian total Rp 2,500,000 dari unit bisnis itu). Besarnya bonus adalah Rp 21,000 dari setiap unit bisnis downline yang juga sudah mencapai belanja otomatis Rp 750,000. Jadi misalnya dihitung unit bisnis dari 2 level (6 unit bisnis) yang mencapaibelanja ulang otomatis Rp 750,000, maka upline memperoleh bonus ini sebesar 6 x Rp 21,000 = Rp 126,000 dari perkiraan omset total kira-kira 6 x 30 paket = Rp 99,000,000. Persentase memang sangat kecil, hanya 0.12%, tetapi ini jika dihitung terhadap 2 level sempurna. Jika dihitung dari jaringan yang sudah berkembang puluhan level, nilai semakin kecil persentasenya, namun nilai riilnya semakin besar dan akan terus berkembang.


1 komentar:

  1. Terima kasih untuk inspirasinya. Salam kenal. Saya lagi buat Audisi Mitra Pengusaha (akan kelola dana rp 1 miliar). http://rybbani.blogspot.com

    BalasHapus